Berita Bola, Inggris

Mason Greenwood Ingin Belanjar Banyak Dari Rashford dan Solskjaer

Liga Inggris – Penyerang Manchester United, Mason Greenwood mengaku sangat senag bisa mendapat kesempatan bermain untuk tim utama Manchester United. Ia mengaku ingin mencuri ilmu sebanyak mungkin dari seniornya, Marcus Rashford dan sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Greenwood merupakan salah satu pemain muda yang saat ini mendapat kepercayaan untuk masuk ke dalam tim utama United. Musim ini dia sering dimainkan oleh Ole Gunnar Solskjaer di skuad The Red Devils sejak ia diorbitkan musim lalu.

Greenwood sendiri saat ini bersaing ketat dengan beberapa striker muda di sektor penyerangan United. Salah satunya adalah alumni dari akademi sepakbola MU yang juga merupakan seniornya, Marcus Rashford.

Greenwood mengakui bahwa ia sangat mengagumi sosok Marcus Rashford. “Saya memiliki banyak teladan yang saya jadikan panutan dalam bermain sepakbola, dan Marcus adalah salah satunya,” ungkap Mason Greenwood kepada Goal International.

Mason Greenwood mengakui bahwa dia kagum depan permainan sepakbola Rashford. Pria berkebangsaan Inggris ini berharap bisa mencuri ilmu dari sang senior agar ia bisa menjadi penyerang yang bisa diandalkan oleh The Red Devils di masa depan.

Greenwood juga merasa senang saat ini The Red Devils ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer. Sebagai seorang striker, Greenwood merasa senang karena manajernya saat ini juga merupakan seorang mantan striker United, sehingga ia bisa membantu perkembangannya.

“Ole Gunnar Solskjaer adalah pencetak gol yang sangat handal ketika dia masih menjadi pemain di Manchester United. Menurut penilaian saya saya, ia adalah manajer yang hebat.” Mason Greenwood menandaskan.

Musim ini Mason Greenwood langsung memberikan dampak yang krusial untuk sektor penyerangan Manchester United. Sang pemain tercatat mengemas tiga gol untuk tim senior United di seluruh ajang komptitif musim ini.

Berita Bola

Bayern Munchen Bidik Guardiola Sebagai Manajer Mereka

Liga Jerman – Klub raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen dikabarkan sudah menentukan siapa pelatih yang cocok menggantikan Niko Kovac untuk tim mereka. The Bavarians diberitakan berminat untuk menggunakan jasa manajer Manchester City, Josep Guardiola.

Dua pekan yang lalu, Bayern Munchen mengambil keputusan besar. Die Rotten memutuskan memecat Niko Kovac setelah sang jawara bertahan dipermalukan oleh Eintracht Frankfut dengan skor telak 5 – 1.

Saat ini, kubu Die Rotten memakai jasa Hans-Dieter Flick. Namun sang pelatih diberitakan hanya menjadi pelatih sementara dan manajemen Bayern Munchen ingin sosok yang berpengalaman untuk mengisi posisi juru taktik mereka.

Bild mengklaim bahwa Bayern Munchen sudah mengantongi nama yang tepat mengisi kursi manajer. Mereka tertarik untuk merekrut Josep Guardiola. Apa yang membuat Bayern tertarik merekrut Guardiola?

Menurut laporan dari Berita Sepakbola Indonesia, Bayern tertarik menggunakan jasa Guardiola karena prestasi sang pelatih selama ini. Guardiola memang dikenal sebagai salah satu manajer terbaik di dunia saat ini. Ia sudah membuktikan kemampuannya di sejumlah klub papan atas Eropa seperti Barcelona dan Manchester City.

Guardiola juga pernah menangani Bayern Munchen selama tiga musim dan memenangkan banyak gelar bersama Die Rotten. Untuk itu manajemen Bayern berminat untuk kembali bekerja sama dengan sang pelatih. Laporan itu mengklaim bahwa manajemen Bayern diberitakan akan membuka pembicaraan terkait perekrutan Guardiola di musim panas nanti.

Mereka menyadari akan sangat sulit membajak Guardiola di tengah musim seperti ini, terutama Guardiola sedang bekerja keras untuk memenangkan gelar Premier League ketiganya. Jadi hingga akhir musim nanti, Hans-Dieter Flick akan menjadi caretaker dan mereka akan mendatangkan Guardiola kembali ke Allianz Arena.

Berita Bola

Hasil Pertandingan Liga Champions Pekan Ini

Liga Champions – Sejumlah kejutan terjadi pada hasil Liga Champions untuk matchday 4 yang diselenggarakan pada hari Selasa (5 November 2019) malam atau Rabu (6 November 2019) dini hari WIB.

Salah satu kejutan hadir dalam pertandingan antara Barcelona VS Slavia Praha di Stadion Camp Nou. Pertandingan lanjutan Grup F antara Barcelona vs Slavia Praha itu berakhir imbang sama kuat dan sama sekali tidak terjadi gol.

Borussia Dortmund VS Inter Milan juga turut mengisi jadwal pertandingan Grup F lain yang diselenggarakan beberapa jam setelah pertandingan Barcelona vs Slavia Praha berakhir.

Pertandingan Borussia Dortmund VS Inter Milan di Stadion Signal Iduna Park itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Die Borussen. Hasil Liga Champions itu bisa dikatakan sangat menyakitkan untuk Inter yang sempat unggul dua gol terlebih dahulu pada babak pertama.

Momen kebangkitan juga terjadi pada pertandingan Grup H antara Chelsea VS Ajax Amsterdam. Ada 8 gol tercipta dan dua kartu merah dikeluarkan wasit pada pertandingan Chelsea vs Ajax tersebut. The Blues yang sempat tertinggal 1-4, akhirnya bisa menyamakan skor menjadi 4 – 4. Sebelumnya Chelsea meraih 7 kemenangan beruntun di seluruh ajang kompetitif.

Wakil Inggris lain yang bertanding adalah juara bertahan Liga Champions, Liverpool. pertandingan Liverpool VS Genk dalam lanjutan Grup E di Stadion Anfield itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Sadio Mane dan kawan-kawan. Dengan hasil tersebut, The Reds berhak naik ke puncak klasemen Liga Champions dengan 9 poin, unggul satu angka atas Napoli.

Berikut hasil Liga Champions matchday 3, Selasa (5 November 2019):

GRUP E Liverpool 2-1 Genk (Georginio Wijnaldum 14′, Alex Oxlade-Chamberlain 53′ ; Mbwana Samata 41′) Napoli 1-1 Salzbug (Hirving Lozano 44′ ; Erling Braut Haaland 11′-penalti)
GRUP F Barcelona 0-0 Slavia Praha Borussia Dortmund 3-2 Inter Milan (Achraf Hakimi 51′, 77′, Julian Brandt 64′ ; Lautaro Martinez 5′, Matias Vecino 40′)
GRUP G Zenit St. Petersburg 0-2 RB Leipzig (Diego Demme 45′, Marcel Sabitzer 63′) Olympique Lyon 3-1 Benfica (Joachim Andersen 4′, Memphis Depay 33′, Bertrand Traore 89′ ; Haris Seferovic 78′)
GRUP H Chelsea 4-4 Ajax Amsterdam (Jorginho 5′-penalti, 71-penalti, Cesar Azpilicueta 63′, Reece James 74′ ; Tammy Abraham 2′-bunuh diri, Quincy Promes 20′, Kepa Arrizabapertandingan 35′-bunuh diri, Donny van de Beek 55′) Valencia 4-1 Lille (Daniel Parejo 66′-penalti, Adama Soumaoro 82′-bunuh diri, Geoffrey Kondogbia 84′, Ferran Torres 90′ ; Victor Osimhen 25′)

Berita Bola, Inggris

Chelsea Raih 7 Kemenangan Berturut-Turut, Ini Komentar Lampard

Liga Inggris – Tim raksasa asal London, Chelsea berhasil meraih kemenangan saat mengunjungi kandang Watford. Tim asuhan Frank Lampard menaklukkan tuan rumah 2-1, Minggu (3 November 2019) dini hari WIB.

Chelsea membuka skor melalui Tammy Abraham ketika pertandingan baru berlangsung selama lima menit. The Blues kemudian berhasil menggandakan kedudukan melalui Christian Pulisic pada babak kedua.

Gerard Delofeu sedikit mengobati hati para pendukung tim tuan rumah usai mencetak gol melalui eksesuki penalti di menit ke-80. Penalti ini dihadiahkan setelah wasit Anthony Taylor mengecek VAR.

Dengan kemenangan di kandang Watford ini, Chelsea pun berada peringkat empat klasemen sementara Premier League. Tim yang bermarkas di Stamford Bridge Stadium ini mengumpulkan 23 poin dalam 11 pertandingan.

Hasil ini membuat Chelsea berhasil meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan tandang secara berturut-turut di semua kompetisi. Lampard pun menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.

“Para pemain sudah berlatih dan bekerja keras. Cara kami mengolah bola, kami harus melakukan banyak latihan dengan kaki dan saya punya pemain yang melakukan pekerjaan itu. Mereka melatih cara mereka ingin bermain,” kata Frank Lampard seperti dalam Portal Berita Sepakbola Terbaru.

“Mungkin ketika kami bermain di kandang lawan, tim-tim rival bermain lebih terbuka melawan kami. Saya tidak berpikir hari ini adalah salah satu dari hari-hari itu, tetapi itu terjadi dalam permainan tertentu, yang kemudian memberi kami kesempatan dengan pergerakan yang kami dapatkan di lini depan sehingga kami dapat melakukan serangan balik dan menciptakan peluang.

Gol yang dibukukan oleh Tammy Abraham ke gawang Watford merupakan gol kesepuluhnya musim ini. Lampard pun tidak ragu memberikan pujian kepada pemain berkebangsaan Inggris ini.

“Saya bercanda kemarin dengan Tammy bahwa dia sedang dalam keadaan paceklik gol karena tidak mencetak gol dalam tiga pertandingan namun saya tahu dia adalah penyerang yang haus gol, dia bekerja keras, dia ingin mencetak gol,” lanjutnya.

Berita Bola, Inggris

James Milner Minta Liverpool Waspadai Jadwal Padat Bulan Ini

Gelandang Liverpool, James Milner mengakui Liverpool tengah memasuki masa-masa penting dengan jadwal pertandingan yang begitu padat. Torehan The Reds musim ini bisa jadi ditentukan hanya dalam dua bulan ke depan.

Kamis (24 Oktober 2019) dini hari WIB nanti, Liverpool akan berkunjung ke kandang KRC Genk pada matchday 3 Grup E Liga Champions 2019/2020. Pertandingan ini menjadi bagian jadwal padat Liverpool sampai pertengahan November 2019 nanti.

Betapa tidak, Jurgen Klopp harus mendampingi para pemainnya untuk menghadapi tiga pertandingan dalam satu pekan. Mental dan kondisi para pemain harus dijaga baik-baik dalam kondisi top jika mereka ingin melewatinya dengan selamat.

Liverpool masih sempurna di Premier League, namun mereka punya masalah pada Pertandingan tandang Liga Champions. Milner mengakuinya dan menyebut kemungkinan para pemain kelelahan. Mereka harus pintar-pintar menjaga kondisi tubuh.

Jadwal padat tersebut tidak bisa diubah, Liverpool harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Oleh karena itu, Milner percaya bahwa skuad The Reds hanya bisa fokus dengan diri mereka sendiri.

“Jadi kami harus lebih baik, kami harus memperbaiki diri dan meningkatkan performa kami, jumlah pertandingan yang terlalu banyak memang berpengaruh, tapi kami punya skuad yang sangat bagus,” jelas James Milner dalam informasi dan jadwal bola klub Liverpool.

“Ada banyak pemain hebat dan pemain-pemain yang punya banyak pengalaman. Kami harus berkembang dalam Pertandingan tandang, kami tahu itu dan kami harap kami bisa melakukannya,” demikian tutup James Milner.

Berita Bola

Evra: Ronaldo Adalah Pemain Terbaik Yang Pernah Bermain Dengan Saya

Patrice Evra baru-baru ini memberikan pujian setinggi langit kepada mantan rekan satu timnya, Cristiano Ronaldo. Menurut pria asal Prancis itu, striker andalan Juventus adalah pemain paling profesional yang pernah bermain satu tim dengannya.

Patrice Evra pernah bermain dalam tim yang sama dengan Ronaldo ketika masih memperkuat Manchester United. Hanya saja, Ronaldo kemudian lebih dulu pindah saat memutuskan bergabung dengan Real Madrid.

Ronaldo dan Evra, walau memiliki jejak karir yang berbeda, mereka tetap punya hubungan yang bagus. Dalam beberapa kesempatan, Patrice Evra, yang juga sempat memperkuat Juventus, memberikan pujian untuk Ronaldo.

Patrice Evra memasukkan nama Ronaldo dalam strating line-up idaman dari gabungan pemain Juventus dan Manchester United versinya. Ada beberapa alasan yang membuat Evra sangat mengagumi sosok Ronaldo.

Cristiano Ronaldo memenangkan Ballon d’Or pertamanya pada tahun 2008 silam. Saat itu, Ronaldo masih menjadi pemain Manchester United. Ronaldo masih satu tim dengan Patrice Evra. Di hadapan Evra, Ronaldo meramal dia akan mendapat lima Ballon d’Or.

“Saya ingat ketika saya mengobrol dengan Cristiano ketika dia memenangkan Ballon d’Or pertamanya dan dia berkata kepada saya bahwa dia harus menang setidaknya lima, dan itu berhasil dia lakukan,” ucap Evra dikutip dari portal info bola terbaru.

Ronaldo memang berhasil memenangkan lima gelar Ballon d’Or [2008, 2013, 2014, 2016, dan 2017]. Di balik keberhasilan tersebut, Patrice Evra mengungkap ada kerja keras yang dilakukan oleh kapten timnas Portugal tersebut setiap harinya. Ronaldo menempa dirinya dengan sangat keras. Dia sangat disiplin dan berlatih lebih sering dibanding pemain lain.

“Saya percaya dia akan sesukses ini. Cristiano Ronaldo adalah pemain paling profesional yang pernah bermain dengan saya. Dia adalah orang yang ketika kita berlatih jam 10 pagi, dia akan ada di sana jam 8 pagi,” tutur Evra.

Soccer Tips

Morata Masih Berharap Main Di Piala Dunia 2018

Morata Piala Dunia 2018Penyerang andalan Chelsea, Alvaro Morata masih menyimpan keinginan untuk memperkuat tim nasional Spanyol di Piala Dunia 2018. Namun, dia juga sadar bahwa ada kesulitan untuk menembus skuat La Furia Roja.

Morata tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya bersama Chelsea musim ini. Mantan penyerang Real Madrid dan Juventus tersebut baru berhasil mencetak 11 gol di Liga Inggris, dari 29 kali bermain.

Gangguan cedera punggung yang dia alami membuat waktunya selama ini habis di ruang perawatan. Oleh karena itu dia tidak mendapatkan panggilan untuk memperkuat timnas Spanyol di laga internasional yang terakhir.

Di sisi lain, para striker lain malah menunjukkan penampilan yang mengesankan. Diego Costa (Atletico Madrid) merupakan salah satu pesaing Morata, ada juga Iago Aspas (Celta Vigo), Lucas Vazquez, dan Rodrigo (Valencia).

“Saya berharap masih punya kesempatan untuk pergi ke sana. Sulit untuk menembus skuat tim nasional dan saya gagal menembus untuk yang terakhir di jeda bulan Maret silam,” ungkap Alvaro Morata di Marca.

“Mungkin masih ada kesempatan, tidak hanya karena mencetak gol atau tidak. Pelatih mengenal saya dan tahu apa yang bisa saya sumbangkan di lapangan. Tapi, dia tahu bahwa permainan saya tak sedang ada di level yang diinginkan.”

“Saya sangat frustrasi karena cedera yang sering saya alami belakangan ini,” demikian kata Alvaro Morata mengakhiri pembicaraan.

Soccer Tips

3 Pemain Top Ini Terancam Ditinggalkan Spanyol Di Piala Dunia 2018

 

timnas Spanyol Piala Dunia 2018Menentukan 23 pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia bisa jadi sama-sama pusingnya dengan mengatur strategi sebelum pertandingan. Apalagi jika dalam timnya banyak pemain hebat.

Pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui merupakan satu dari beberapa yang sedang mengalami persoalan tersebut. Dari banyaknya pemain Spanyol berkualitas yang ada saat ini, dia hanya bisa membawa 23 pemain saja.

Kompetisi untuk mendapatkan tempat dari satu posisi di squad La Furia Roja tentu saja akan sangat ketat. Pengecualian di posisi kiper yang rasanya tidak akan jauh dari nama David de Gea dan Kepa Arrizabalaga.

Selain posisi kiper, persaingan berlangsung ketat. Lopetegui pun akan memberikan banyak pertimbangan untuk memilih pemain yang akan dia bawa ke Piala Dunia 2018. Dari banyaknya nama berkualitas, ini yang terancam tidak masuk dalam squad.

Marc Bartra
Penampilan Marc Bartra bersama Borussia Dortmund musim ini sebetulnya cukup lumayan. Dia mampu tampil sebagai andalan tim raksasa Bundesliga tersebut. Namun, persaingan di barisan pertahanan La Furia Roja membuat dia berpeluang untuk tidak ikut ke Rusia 2018.

Pasalnya, barisan pertahanan Spanyol sudah rutin diisi Nacho, Sergio Ramos, Gerard Pique, Javi Martinez, dan Cezar Azpilicueta yang cenderung lebih baik ketimbang Bartra. Mereka selalu jadi andalan dan mampu memberikan yang terbaik setiap diturunkan.

Pedro Rodriguez
Nama lain yang sepertinya hanya akan jadi penonton di Piala Dunia 2018 adalah Pedro Rodriguez.  Musim ini, penyerang Chelsea tersebut baru mencetak 4 gol dan 2 assist. Artinya, Pedro kurang memberikan dampak positif bagi performa The Blues musim ini.

Mantan penyerang Barcelona ini seperti kesulitan menemukan sentuhan sebagai pencetak gol. Untuk bisa mendapatkan tempat di squad La Furia Roja yang berangkat ke Rusia 2018, Pedro harus segera mengembalikan performa terbaiknya.

Juan Mata
Juan Mata memang menjadi salah satu sosok penting dalam Manchester United musim ini. Namun kontribusinya sejauh ini hanya berupa 3 buah gol dan 3 assist. Mata harus bekerja lebih keras agar bisa dipanggil oleh Julen Lopetegui.

Apalagi di lini tengah La Furia Roja sudah diisi oleh sejumlah nama top macam Andres Iniesta, David Silva, Saul, Thiago, dan Koke. Kondisi yang membuat Mata bakal terlempar dari daftar 23 pemain Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018.