Soccer Tips

Empat Laga Terbaik Tim Debutan di Piala Dunia

Tim debutan di Piala Dunia

Terdapat dua tim debutan di Piala Dunia, mereka adalah timnas Islandia dan Panama. Keduanya masuk ke dalam 32 timnas di Piala Dunia 2018 yang akan tampil di Rusia  mendatang.

Namun, berbicara soal tim debutan di Piala Dunia, banyak yang memandangnya sebelah mata tapi justru mereka dapat tampil mengejutkan saat di lapangan. Siapa saja? Berikut ulasannya :

  1. 1966 : Timnas Portugal

Sebelum timnas Portugal bermain, penampilan tim debutan yang terbaik lainya terlihat di tahun 1958, mereka adalah Irlandia Utara, Uni Soviet, dan Wales yang menembus babak perempat final. Namun, Portugal mencatatkan hasil terbiak di tahun 1966.

Bersama Eusebio dan Otto Gloria, mereka sukses menang atas Brasil dengan skor 3-1. Masuk ke babak perempat final kontra Korea Utara dengan skor 5. Tapi, pada babak empat besar, mereka kalah 1-2 dari Inggris. Tim ini akhirnya menjadi peringkat ketiga setelah mengalahkan Uni Soviet. Eusebio juga meraih top scorer dengan 9 gol.

  1. 1986 : Timnas Denmark

Laga Timnas Denmark mengejutkan dengan trio penyerangnya yakni Preben Elkjaer, Jesper Olsen, dan Michael Laudrup. Sukses menang atas Jerman Barat, Uruguay, dan Skotlandia, timnas ini menciptakan 9 gol dan hanya kemasukan satu gol. Tapi, mereka menjadi lemah pada babak 16 besar. Jerman menang atas 5-1.

  1. 1998 : Timnas Kroasia

Piala Dunia 1998, terdapat tim debutan yang salah satunya tampil ganas yakni timnas Kroasia. Tim Miroslav Blazevic tersebut dapat mengalahkan Jamaika dan Jepang. Bahkan, Rumania dan Jerman mereka kalahkan dengan skor 3-0.

Pada babak semifinal, mereka berlaga dengan timnas Prancis. Walau Prancis akhirnya menang,  dan membuat timnas ini berada di peringkat ketiga.

  1. 2002 : Timnas Senegal

Pada Piala Dunia 2018 di Korea Selatan dan Jepang, timnas Senegal menjadi tim debutan di Piala Dunia yang langsung ganas memukul mundur timnas Prancis. Hasil imbang timnas Denmark dan Uruguay menjadikan mereka masuk ke babak 16 besar. Sukses kian di tangah setelah menang atas Swedia. Tapi, tim Bruno Metsu akhirnya kalah melawan Turki di perempat final.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *